-->
MEDIA ANDA

Media Informasi Anda

SELAMAT DATANG DI BLOG MEDIA ANDA "TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA"

11 Tahun Luwu Timur

dirgahayu-lutimPembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pembangunan pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sadar dan terus menerus untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik secara bersama-sama dan berkesinambungan.
Kabupaten Luwu Timur yang dikenal dengan julukan Bumi Batara Guru, memiliki luas wilayah 6.944,88 km2 atau 11,14 % dari luas Sulawesi Selatan,  terbagi dalam 11 kecamatan, 124 desa dan 3 Kelurahan. Selain potensi tambang, Kabupaten Luwu Timur juga dikenal sebagai daerah agraris dengan kehidupan masyarakatnya sebagian besar adalah petani. Pertanian menjadi sektor dominan dalam struktur ekonomi masyarakat Kabupaten Luwu Timur. Makanya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memfokuskan visi pembangunan menuju Kabupaten Agroindustri 2015.
Penguatan sektor pertanian sebagai potensi lokal dan kekuatan ekonomi masyarakat telah memberikan dampak positif. Hal ini tergambar dari peningkatan produksi pertanian yang terus membaik dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, pada Tahun 2013 lalu, Produksi Tanaman Padi telah mencapai 253.364,58 ton dengan Surplus beras sebesar 114.016,71 ton atau mengalami peningkatan 8 persen di bandingkan tahun 2012 lalu.
Saat ini berbagai komoditi pertanian yang dihasilkan memiliki keunggulan. Selain padi, jagung, rumput laut dan berbagai potensi lainnya, salah satu komoditi yang menunjukkan peningkatan yang baik
adalah tanaman lada/merica. luas pertanaman lada tahun 2013 sebesar 4348,24 ha dengan produksi 2706,78 ton/ha dan rata-rata produktivitas 1,02 ton/ha pertahunnya. Dan penghasil merica terbesar berasal dari Kecamatan Towuti dengan luas pertanaman 3104,24 ha dengan produksi 2065,60 ton/ha dan provitas rata-rata 1,60 ton/ha. Dari bertani merica, ada salah satu desa di kecamatan Towuti, yakni Desa Bantilang yang perputaran uang mencapai Rp. 10 milyar setiap pekannya. Untuk ukuran desa, capaian ini sangat luar biasa.
Dalam upaya mendorong peningkatan partisipasi, prakarsa dan kreativitas masyarakat dalam pembangunan, serta mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan di seluruh wilayah, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melakukan berbagai program terobosan dan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan memberikan bantuan keuangan bagi Pemerintah desa yang diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa. Hasil dari program itu dikenal Bantuan Keuangan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan bagi Pemerintah Desa (BK
PIPP).
Sumber pendanaan BK PIPP berasal dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah(APBD) Luwu Timur tahun berjalan. Lokasi penerima bantuan adalah 124 (seratus dua puluh empat) desa se Kabupaten Luwu Timur, dengan alokasi sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) pada tahun 2013, dan  meningkat pada tahun 2014 sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Realisasi dari program BK-PPIP ini menunjukkan tren peningkatan yang cukup baik, pengelolaan dana terserap dengan maksimal, dan pembangunan yang dilakukan telah sesuai dengan aspirasi masyarakat. Bahkan ada beberapa desa yang membangun proyeknya melebihi yang dianggarkan. Misalnya saja proyek pembangunan saluran drainase di salah satu desa yang semestinya diproposal anggaran pembangunan hanya untuk sejauh 500 meter, namun pada saat realisasinya bertambah menjadi 700 meter dengan biaya yang sama.
Inovasi lainnya, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Tata Ruang dan Permukiman juga meluncurkan  Program Bantuan Sosial Bedah Rumah (BSBR) berbasis pemberdayaan masyarakat yang di tujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang telah terdata di setiap desa.
Berdasarkan data yang ada, tahun 2013 lalu sebanyak 619 rumah yang tersebar di 11 kecamatan telah berhasil dibedah. Program ini menghabiskan anggaran Rp.3.095.000.000, dengan rincian 5 rumah setiap
KK/desa dengan alokasi berjumlah Rp. 5.000.000 bagi setiap penerima bantuan. Realisasi program ini sangat baik, makanya ditahun 2014 ini, program kembali dilanjutkan dengan jumlah penerima manfaat 615 KK dengan alokasi dana Rp. 4.612.500.000. Untuk tahun ini dana bantuan ditingkatkan senilai Rp. 7.500.000 bagi setiap penerima bantuan.
Dengan terlaksananya Program BSBR tahun 2013 ini, rumah tidak layak huni berhasil dikurangi sebanyak 619 unit rumah dari alokasi dana APBD dan 240 unit rumah dari bantuan dana APBN. Selama kurun waktu satu tahun ini, Kabupaten Luwu Timur berhasil mengurangi 859 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni, sehingga jumlah rumah tidak layak huni tahun 2014 turun menjadi 8.540 unit rumah.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui dinas kesehatan menggagas kampung sehat atau lebih dikenal dengan kampong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Puncak Indah Kecamatan Malili. Upaya menciptakan Kampung PHBS ini telah dilakukan sejak tahun 2013 lalu. Esensinya adalah Kampung PHBS merupakan wadah untuk menciptakan suatu inovasi yang lebih menitikberatkan pada keluarga untuk berperilaku sehat. Upaya sosialisasi, edukasi dan pendekatan sosial terus digiatkan dengan harapan terciptanya kualitas perilaku hidup sehat yang lebih baik untuk menjadikan Kabupaten Luwu Timur sebagai Kabupaten Sehat.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (PBS) Kabupaten Luwu Timur tahun 2013, dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Luwu Timur terus mengalami peningkatan. Hal ini tergambar dari tiga komponen dasar yang digunakan untuk mengukur IPM yaitu, Pendidikan,  kesehatan dan Kemampuan Daya Beli. Pada 2012 IPM Kabupaten Luwu Timur mencapai 73,56
yang diperoleh dari Indeks Pendidikan sebesar  80,49 indeks Kesehatan sebesar 77,15 dan indeks daya beli mencapai 632,76 Ribu Rupiah.
IPM Tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 0,45, dari capaian IPM pada 2011 lalu sebesar 73,11.  Peningkatan tersebut didukung oleh peningkatan indeks pendidikan sebesar 0,18 point, indeks kesehatan sebesar  0,23 point, dan indeks daya beli 3,59 point. Capaian IPM ini pula memposisikan Kabupaten Luwu Timur berada diatas IPM Propinsi Sulawesi Selatan Sebesar 73,29 dan IPM Nasional sebesar 72,70.
Angka kemiskinan juga mengalami penurunan pada tahun 2012 menjadi 7,71 %  dimana pada tahun 2011 sebesar 8,29 % atau menurun sekitar 0,5 % dari total penduduk miskin tahun 2012 sebesar 19.700  jiwa atau mengalami penurunan sebesar 701 jiwa dari tahun 2011. Hal lainnya yang juga cukup menggembirakan adalah laju inflasi pada 2012 mencapai 3,36% atau turun sebesar 20,28 point dari 2011 sebesar 23,64%.  Hal ini menggambarkan kondisi perekonomian masyarakat semakin membaik.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga membangun kemitraan dengan berbagai stakeholder yang ada di wilayahnya. Salah satunya dengan PT Vale Indonesia Tbk melalui Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) yang ditujukan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah pemberdayaan dan masyarakat Luwu Timur pada umumnya melalui program yang terencana dan berkesinambungan.
Impelmentasi program PTPM ini diyakini akan berkontribusi besar, tidak hanya untuk pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitar tetapi juga dalam skala yang lebih besar yaitu pembangunan daerah.
Sebelas tahun tentu usia yang masih sangat muda, namun telah begitu banyak catatan sejarah yang mengisahkan tentang perjalanan panjang kabupaten ini. beragam dinamika dan fenomena telah terjadi dan mesti diakui bahwa Kabupaten Luwu Timur hari ini telah jauh berubah, dengan dilakukannya berbagai pembangunan fisik di berbagai sektor. Ini terlihat nyata dengan semakin lengkap dan tertatanya sarana dan prasarana umum dan berbagai fasilitas publik. ini adalah suatu prestasi yang patut dibanggakan bersama.
Semua kerja keras dan dedikasi telah mendapatkan apresiasi, Alhamdulillah, pada tanggal 25 April 2014 yang lalu, tepatnya pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke 18, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
berhasil menerima piagam penghargaaan sebagai daerah yang berhasil mencapai kinerja sangat tinggi berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2012 di Hotel Grand Sahid Jakarta yang diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi.
Penghargaan ini merupakan berkah yang luar biasa, karena itu, prestasi-prestasi yang telah diraih akan terus menjadi pemacu semangat sekaligus memotivasi diri untuk terus maju juga meningkatkan
kekompakkan dan kerjasama guna mewujudkan tata pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, harus terus dipertahankan dengan melibatkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Dirgahayu Kabupaten Luwu Timur ke 11. (Humas & Protokol Setdakab. Lutim)