MAKALAH
“ENZIM”

OLEH
:
GUSTI
OKA MULIA DHARMA
NIM: 201301142
PROGRAM
STUDI S1 KEPERAWATAN
STIKES
BATARA GURU SOROAKO
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas
ini dapat diselesaikan.
Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah
Biokimia dengan judul Enzim di STIKES BATARA GURU
Terima kasih kepada Ibu selaku dosen mata kuliah Biokimia yang telah membimbing dan memberikan
kuliah demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas
mata kuliah Biokimia
--------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Beberapa jenis molekul dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Aktivitas dari
enzim dapat dipengaruhi oleh beberapa jenis molekul, salah satunya adalah
inhibitor. Inhibitor merupakan suatu senyawa yang dapat menghambat atau
menurunkan laju reaksi yang dikatalisis oleh enzim. Inhibitor irreversibel atau
tidak dapat balik, dimana setelah inhibitor mengikat enzim, inhibitor tidak
dapat dipisahkan dari sisi aktif enzim. Keadaan ini menyebabkan enzim tidak
dapat mengikat substrat atau inhibitor merusak beberapa komponen (gugus fungsi)
pada sisi katalitik molekul enzim. Sedangakan nhibitor reversibel atau dapat
balik, bekerja dengan mengikat sisi aktif enzim melalui reaksi reversibel dan
inhibitor ini dapat dipisahkan atau dilepaskan kembali dari ikatannya.
Inhibitor dapat balik terdiri dari tiga jenis, yaitu inhibitor yang bekerja
secara kompetitif, non-kompetitif, dan un-kompetitif.
Sehingga dilakukan percobaan pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim dengan
tujuan untuk mengetahui pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim. Dimana
dalam percobaan pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim ini, digunakan
inhibitor kompetitif yaitu malonat. Dalam hal ini malonat yang menginhibisi
reaksi yang dikatalisis oleh enzim suksinat dehidrogenase.
B. Rumusan
Masalah
A.
Pengertian
Enzim
B.
Sifat Umum Enzim
C.
Manfaat Enzim
D.
Model Sisi Aktif Enzim
E.
Faktor yang mempengaruhi aktifitas
enzim
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Enzim
Enzim adalah biokatalisator
organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas
protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein, berfungsi sebagai
senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi dalam
suatu reaksi kimia. Hampir semua enzim merupakan protein. Pada reaksi yang
dikatalisasi oleh enzim, molekul awal reaksi disebut sebagai substrat, dan
enzim mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda, disebut
produk. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat,
yang disebut promoter. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat
berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang
ditentukan oleh hormon sebagai promoter.
B. Sifat sifat enzim
1.
Enzim adalah Protein
Sebagai protein enzim memiliki sifat seperti protein, yaitu sangat
dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti suhu, pH, konsentrasi substrat).
Jika lingkungannya tidak sesuai, maka enzim akan rusak atau tidak dapat bekerja
dengan baik.
2.
Bekerja secara khusus/spesifik
Setiap enzim memiliki sisi aktif yang sesuai hanya dengan satu jenis
substrat, artinya setiap enzim hanya dapat bekerja pada satu substrat yang
cocok dengan sisi aktifnya.
3.
Berfungsi sebagai katalis
Meningkatkan kecepatan reaksi kimia tanpa merubah produk yang diharapkan
tanpa ikut bereaksi dengan substratnya, dengan demikian energi yang dibutuhkan
untuk menguraikan suatu substrat menjadi lebih sedikit.
4. Diperlukan dalam jumlah sedikit
Reaksi enzimatis dalam metabolisme hanya membutuhkan sedikit sekali enzim untuk
setiap kali reaksi.
5.
Bekerja bolak-balik
Enzim tidak mempengaruhi arah reaksi, sehingga dapat bekerja dua arah
(bolak-balik). Artinya enzim dapat menguraikan substrat menjadi senyawa
sederhana, dan sebaliknya enzim juga dapat menyusun senyawa-senyawa menjadi
senyawa tertentu.
C. Manfaat Kegunaan Enzim
Enzim
menjadi unsur yang terpenting bagi tubuh dalam berproses. Sebenarnya kita perlu
mengenal tentang fungsi enzim bagi tubuh kita. Tubuh manusia merupakan satu
kesatuan yang sangat rinci dan begitu kompleks. Terdiri dari beberapa sistem
yang padat sehingga menjadikan manusia bisa melakukan akitifitas. Tubuh manusia
juga akan mengalami berabagi reaksi kimia yang masih alamiah. Prosesnya
biasanya berlangsung dengan cepat dan teratur, setiap harinya manusia akan
menerima asupan makanan dan minuman sebagai penunjang hidup. Namun tahukah
anda, jika enzim merupakan bagian terpenting yang bisa membuat metabolisme
tubuh menjadi lancar. Enzim akan terus berproses dengan menerima dan
menghasilkan sesuatu bagi tubuh.
Fungsi enzim
sebagai katalis atau senyawa yang bisa mempercepat terjadinya proses reaksi
tanpa dirinya sendiri habis karena proses reaksi. Zat
penting ini untuk melepaskan molekul uap air dalam tubuh, pelepasan unsur dan
zat kimiawi lainnya, melepaskan molekul-molekul, gugus amin serta banyak lagi.
Semua itu bertujuan untuk memperlancar proses pencernaan serta metabolisme pada
tubuh. Enzim bisa mengolah zat-zat baru yang masuk kedalam tubuh sehingga ada
proses lainnya yang berubah. Misal pada gula, dengan enzim maka rasa manis pun
dapat terasa. Enzim yang berfungsi sebagai penghancr makanan ketika sedang
mengunyahnya didalam mulut. Seluruh kinerja organ tubuh dibantu oleh adanya
enzim.
D.
Model Sisi Aktif Enzim
Seperti yang
kita ketahui, enzim merupakan sebuah kelompok protein yang menjalankan
dan mengatur perubahan - perubahan kimia dalam sistem biologi. Cara kerja enzim
akan berhubungan dengan sifat enzim sebagai protein sehingga cara kerja enzim
akan sangat dipengaruhi oleh suhu, derajat keasaman, hasil akhir produk,
konsentrasi enzim itu sendiri, konsentrasi substrat, zat penghambat, dan kadar
air. Enzim bertindak sebagai katalis di dalam tubuh mahluk hidup sehingga
terkadang enzim disebut sebagai biokatalisator. Karena bertindak sebagai
katalis, maka enzim bisa meningkatkan kecepatan reaksi kimia tetapi tidak ikut
berubah dalam reaksi kimia tersebut.
Berikut ini adalah teori yang menjelaskan tentang cara kerja enzim:
-
LOCK AND KEY
THEORY
Sesuai dengan namanya, cara kerja enzim menurut teori ini mirip dengan
mekanisme kunci dan anak kunci. Dalam hal ini, enzim diibaratkan sebagai kunci
gembok yang bersifat aktif, sedangkan substrat diibaratkan sebagai anak
kuncinya. Substrat akan memasuki enzim seperti layaknya anak kunci yang
memasuki kunci gembok. Pada proses selanjutnya, substrat akan diubah menjadi
produk. Pada tahap selanjutnya, sisi aktif enzim akan melepaskan produk dan
siap menerima substrat baru yang lain.
Sisi aktif enzim pada dasarnya mengandung sejumlah kecil asam amino
sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentulah yang bisa menjadi substrat
bagi enzim.
-
INDUCED FIT
THEORY
Pada teori ini, cara kerja enzim adalah dengan cara melakukan penyesuaian
bentuk supaya bisa berikatan dengan substrat. Tujuan dari penyesuaian bentuk
ini adalah untuk meningkatkan kecocokan dengan substrat sehingga membuat ikatan
enzim dan substrat menjadi lebih reaktif. Sisi aktif molekul enzim akan menjadi
tempat melekatnya substrat sehingga bisa membentuk molekul kompleks enzim -
substrat. Molekul enzim akan berubah ke bentuk semula setelah produk dihasilkan
dan siap untuk menerima substrat baru yang lain lagi
E. Faktor Yang Mempengaruhi Enzim
a.
Suhu
Enzim terdiri atas molekul-molekul protein. Oleh karena itu, enzim masih tetap mempuyai sifat protein yang kerjanyas dipengaruhi oleh suhu. Enzim dapat bekerja optimum pada kisaran suhu tertentu, yaitu sekitar suhu 400 C. Pada suhu 00 C, enzim tidak aktif. Jika suhunya dinaikkan, enzim akan mulai aktif. Jika suhunya dinaikkan lebih tinggi lagi sampai batas sekitar 40 – 500 C, enzim akan bekerja lebih aktif lagi. Namun, pemanasan lebih lanjut membuat enzim akan terurai atau terdenaturasi seperti halnya protein lainnya. Pada keadaan ini enzim tidak dapat bekerja.
Enzim terdiri atas molekul-molekul protein. Oleh karena itu, enzim masih tetap mempuyai sifat protein yang kerjanyas dipengaruhi oleh suhu. Enzim dapat bekerja optimum pada kisaran suhu tertentu, yaitu sekitar suhu 400 C. Pada suhu 00 C, enzim tidak aktif. Jika suhunya dinaikkan, enzim akan mulai aktif. Jika suhunya dinaikkan lebih tinggi lagi sampai batas sekitar 40 – 500 C, enzim akan bekerja lebih aktif lagi. Namun, pemanasan lebih lanjut membuat enzim akan terurai atau terdenaturasi seperti halnya protein lainnya. Pada keadaan ini enzim tidak dapat bekerja.
-
Enzim tidak aktif pada suhu kurang
daripada 0oC.
-
Kadar tindak balas enzim meningkat dua
kali ganda bagi setiap kenaikan suhu 10oC.
-
Kadar tindak balas enzim paling optimum
pada suhu 37oC. Enzim ternyahasli pada suhu tinggi iaitu lebih dari
50oC.
b.
Derajat Keasaman (pH)
Enzim bekerja pada pH tertentu, umumnya pada netral, kecuali beberapa jenis
enjim yang bekerja pada suasana asam atau suasana basa. Jika enzim yang bekerja
optimum pada suasana netral ditempatkan pada suasana basa ataupun asam, enzim
tersebut tidak akan bekerja atau bahkan rusak. Begitu juga sebaliknya, jila
suatu enzim bekerja optimal pada suasana basa atau asam tetapi ditempatkan pada
keadaan asam atau bas, enzimtersebut akan rusak.
Sebagai contohnya, enzim pepsin yang terdpat di dalam lambung, efektif bekerja pada pH rendah.
Sebagai contohnya, enzim pepsin yang terdpat di dalam lambung, efektif bekerja pada pH rendah.
-
Setiap enzim bertindak paling cekap pada
nilai pH tertentu yang disebut sebagai pH optimum.
-
pH optimum bagi kebanyakan enzim ialah
pH 7.
-
Terdapat beberapa pengecualian, misalnya
enzim pepsin di dalam perut bertindak balas paling cekap pada pH 2, sementara
enzim tripsin di dalam usus kecil bertindak paling cekap pada pH 8.
c.
Inhibitor
Hal lain yang mempengaruhi kerja enzim adalah feed back inhibitor. Feed back inhibitor adalah keadaan pada saat substansi hasil (produk) kerja enzim yang terakumulasi dalam jumlah yang berlebihan akan menghambat kerja enzim yang bersangkutan.
Hal lain yang mempengaruhi kerja enzim adalah feed back inhibitor. Feed back inhibitor adalah keadaan pada saat substansi hasil (produk) kerja enzim yang terakumulasi dalam jumlah yang berlebihan akan menghambat kerja enzim yang bersangkutan.
1.
Inhibitor Kompetisi
Pada inhibitor kompetisi terjadi
penambahan substrat dapat mengurangi daya hambatnya, karena inhibitor bersaing
dengan substrat untuk mengikta bagian aktif enzim. Misalnya enzim
suksinat dehidrogenase yang berfungsi mengkatalisis reaksi oksidasi asam
uksinat menjadi fumarat, jika dalam proses ini dutambahkan asam malonat, maka
enzim suksinat dehidrogenase akan menurun aktivitasnya. Tetapi jika diberikan lagi asam suksinat
sebagai substrat reaksi akan normal kembali. Sehingga aktivitas inhibitor ini
sangat bergantung pada konsentrasi inhibitor, konsentrasi substrat, dan
aktivitas relatif inhibitor dan substrat.
2.
Inhibitor Nonkompetisi
Inhibitor nonkompetisi pengauhnya tdak
dapat dihilangkan dengan adanya penambahan substrat lain, dimana
inhibitor ini akan berikatan dengan permukaan enzim tanpa lepas dan
lokasinya tidak dapat diganti oleh substrat. Sehingga daya kerja inhibitor
sangat tergantung dari konsentrasi inhibitor dan aktivitas inhibitor
terhadap enzim.
d. Konsentrasi Substrat
Mekanisme kerja enzim juga ditentukan oleh jumlah atau konsentrasi substrat
yang tersedia. Jika jumlah substratnya sedikit, kecepatan kerja enzim juga
rendah. Sebaliknya, jika jumlah substrat yang tersedia banyak, kerja enzim juga
cepat. Pada keadaan substrat berlebih, kerja enzim tidak sampai menurun tetapi
konstan.
-
Pada kepekatan substrat rendah, bilangan
molekul enzim melebihi bilangan molekul substrat. Oleh itu,cuma sebilangan kecil molekul enzim
bertindak balas dengan molekul substrat.
-
Apabila kepekatan substrat bertambah,
lebih molekul enzim dapat bertindak balas dengan molekul substrat sehingga ke
satu kadar maksimum.
-
Penambahan kepekatan substrat
selanjutnya tidak akan menambahkan kadar tindak balas kerana kepekatan enzim
menjadi faktor pengehad.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Enzim adalah senyawa organik yang berperan
sebagai katalis yaitu untuk mempercepat proses dan reaksi kimia yang sedang
berlangsung. Enzim bekerja secara spesifik pada satu jenis substrat. Namun, ada
satu enzim yang dapat bekerja pada beberapa jenis substrat. Enzim sangat
berguna untuk bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Oleh karena itu, keberadaan
enzim sangat dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan di alam ini.
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Girindra, A. 1986. Biokimia 1. Gramedia. Jakarta.
Houston, M.E. 1995. Biochemistry Primer For Exercise Science. Human Kinetics. Champaign.USA.
Kay, E.R.M. 1966. Biochemistry : An Introduction to Dynamic Biology. Collier-Macmillan.Canada.
Lehninger, A..L., et al. 1997. Principles of Biochemistry. 2nd .Worth Publisher. New York.
Poedjiadi, A., F.M. T. Supriyanti. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta.
Stryer, L. 2000. Biokimia. Vol 2. Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Winarno, F,G. 1989. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta.
Wirahadikusumah, M. 1981. Biokimia : Proteine, Enzima & Asam Nukleat. ITB. Bandung.
Houston, M.E. 1995. Biochemistry Primer For Exercise Science. Human Kinetics. Champaign.USA.
Kay, E.R.M. 1966. Biochemistry : An Introduction to Dynamic Biology. Collier-Macmillan.Canada.
Lehninger, A..L., et al. 1997. Principles of Biochemistry. 2nd .Worth Publisher. New York.
Poedjiadi, A., F.M. T. Supriyanti. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta.
Stryer, L. 2000. Biokimia. Vol 2. Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Winarno, F,G. 1989. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia. Jakarta.
Wirahadikusumah, M. 1981. Biokimia : Proteine, Enzima & Asam Nukleat. ITB. Bandung.